14 Mahasiswa Lolos Seleksi Ketat, PPM UIN Jakarta Tetapkan Peserta KKN Internasional Jepang 2026
14 Mahasiswa Lolos Seleksi Ketat, PPM UIN Jakarta Tetapkan Peserta KKN Internasional Jepang 2026

WhatsApp Image 2026-03-03 at 12.18.30 (1)

Gedung Rektorat, BERITA PPM Online — Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi menetapkan 14 mahasiswa sebagai delegasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Jepang Tahun 2026. Penetapan tersebut merupakan hasil akhir dari rangkaian seleksi berlapis yang berlangsung secara ketat, dimulai dari verifikasi administrasi hingga tahap wawancara yang digelar di Kantor PPM UIN Jakarta.

Sebelumnya, sebanyak 22 mahasiswa lintas fakultas mengikuti proses seleksi untuk memperebutkan kuota terbatas tersebut. Pada tahap wawancara, para peserta dinilai secara menyeluruh oleh Eva Khudzaeva dan M. Ridho Ilahi berdasarkan sejumlah indikator, meliputi kemampuan bahasa asing, rekam jejak dan portofolio dalam curriculum vitae (CV), serta kualitas dan orisinalitas gagasan pengabdian yang tertuang dalam motivation letter.

Dalam proses penilaian, PPM menegaskan bahwa seleksi tidak semata-mata bertumpu pada prestasi akademik. Kesiapan mental, kemandirian finansial, serta kapasitas adaptasi di lingkungan internasional turut menjadi pertimbangan utama. Aspek-aspek tersebut dinilai penting guna memastikan keberhasilan pelaksanaan program pengabdian di luar negeri.

Usai pengumuman kelulusan pada Kamis (26/2/2026), ke-14 mahasiswa terpilih langsung mengikuti sesi pengarahan awal. Agenda ini menjadi langkah strategis untuk mempererat kebersamaan antarpeserta, menyamakan persepsi mengenai tujuan program, sekaligus memetakan berbagai kebutuhan persiapan menjelang keberangkatan.

Pada kesempatan tersebut, Muslikh selaku pembimbing teknis memberikan arahan komprehensif terkait kesiapan administratif dan teknis di lapangan. Ia menekankan bahwa pengurusan paspor merupakan prioritas utama yang harus segera dituntaskan seluruh peserta. Menurutnya, kelengkapan serta validitas dokumen perjalanan menjadi faktor krusial agar proses keberangkatan dan pelaksanaan kegiatan di luar negeri berjalan tanpa kendala keimigrasian.

Selain itu, pembentukan struktur organisasi kelompok juga menjadi perhatian penting. Para delegasi diarahkan untuk segera membagi tugas dan tanggung jawab secara profesional serta membangun kerja tim yang solid. Koordinasi efektif melalui media komunikasi digital, seperti grup WhatsApp, dinilai strategis untuk menjaga kelancaran komunikasi sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan program.

Peserta juga didorong untuk aktif berkomunikasi dan bertukar pengalaman dengan mahasiswa yang pernah mengikuti KKN Internasional pada periode sebelumnya. Pengalaman para senior diyakini dapat menjadi bekal berharga dalam menghadapi perbedaan budaya maupun tantangan teknis selama menjalankan pengabdian di Jepang.

Program KKN Internasional ini menjadi wujud komitmen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi di tingkat global. Melalui partisipasi 14 mahasiswa terpilih, diharapkan lahir berbagai inovasi pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus membawa nama baik UIN Jakarta ke kancah internasional.

PPM UIN Jakarta menegaskan akan terus memberikan pendampingan berkelanjutan pada setiap tahapan persiapan. Dengan dukungan tersebut, para mahasiswa diharapkan tampil sebagai agen perubahan yang visioner, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi konkret bagi masyarakat luas di Jepang. (MusAm)