LP2M UIN JAKARTA — Di ruangan yang didominasi oleh perabotan kayu, atmosfer ruang rapat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, pada Selasa, 13 Juni 2023, tampak begitu hangat. Di satu sudut, Prof. Amelia Fauzia, Ph.D., Ketua LP2M UIN Jakarta dan Profesor di bidang Filantropi Islam, tampak berdiskusi dengan Arif Zamhari, Ph.D. Kepala Pusat Moderasi Beragama UIN Jakarta, dan Dr. Saifuddin A. Rasyid, Kepala Pusat Kerohanian dan Moderasi Beragama UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Mereka membahas upaya-upaya konkrit untuk memperkuat moderasi beragama, suatu tema yang penting di masa-masa polarisasi menjelang pemilu. “Pertemuan ini merupakan sinergi untuk memperkuat moderasi beragama di dua UIN, Jakarta dan Ar-Raniry Banda Aceh,” kata Prof. Fauzia. “Kedua kampus ini memegang peran penting dalam mendiseminasi nilai-nilai moderasi beragama di kalangan sivitas akademika dan masyarakat secara umum.”

Pertemuan ini merupakan sebuah inisiasi kolaborasi. UIN Jakarta dan UIN Ar-Raniry Banda Aceh berupaya memperkuat berbagai hal di bidang Moderasi Beragama. Tak hanya itu, mereka akan menggelar konferensi internasional bersama mengenai moderasi beragama.

Rapat Moderasi Beragama di Ruang Rapat LPPM UIN Jakarta

Dari Kanan ke Kiri: Arif Zamhari, Ph.D., Prof. Amelia Fauzia, Ph.D., Dr. Saifuddin A. Rasyid

 

Sebagai bagian dari inisiatif ini, kedua lembaga berencana melakukan survei longitudinal tentang tingkat moderasi beragama secara nasional, dengan fokus pada faktor-faktor seperti gender, provinsi, pendidikan, dan etnis. Zamhari menekankan bahwa ini bukan hanya tentang menciptakan dialog antar agama, tetapi juga memahami bagaimana dinamika sosial, budaya, dan pendidikan mempengaruhi pandangan dan sikap kita terhadap agama dan kepercayaan lain.

Selain itu, Fauzia, Zamhari, dan Rasyid berencana untuk meminta data hasil survei Computer Assited Test (CAT) yang dilakukan oleh Kementerian Agama untuk tindak lanjut analisis tingkat moderasi di lingkungan UIN Jakarta dan UIN Ar-Raniry Banda Aceh. “Ini akan menjadi data awal yang berharga untuk melakukan baseline study,” tambah Amelia.

UIN Jakarta dan UIN Ar-Raniry Banda Aceh bukan hanya focus kepada penelitian yang sifatnya akademis. Kedua lembaga ini percaya bahwa mempromosikan moderasi beragama merupakan kunci untuk mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif dan toleran.

Pertemuan ini mungkin telah berakhir, tetapi semangat kerja sama dan dialog antara UIN Jakarta dan UIN Ar-Raniry Banda Aceh tetap ada. Mereka berharap bahwa melalui kerja sama ini, kampus-kampus mereka dapat memainkan peran yang lebih besar dalam membangun jembatan pengertian dan toleransi antar agama di Indonesia. (EAG)

 

Penulis: Endi Aulia Garadian

Editor: Arif Zamhari